Kamis, 04 September 2008

Renungan : Pikirkan Baik-baik sebelum Menyesal


Mama tersayang,

Saat ini aku ada di surga, duduk di pangkuan Tuhan. Tuhan sangatlah mengasihiku dan Ia turut menangis bersamaku. Ia menangisi hatiku yang telah dihancurkan. Sebelumnya aku amat diinginkan untuk menjadi seorang gadis kecil.

Aku tak begitu mengerti tentang apa yang telah terjadi. Aku dulu begitu senang diriku saat aku mulai menyadari keberadaanku. Aku ada di dalam tempat yang gelap namun nyaman. Kupandangi jari tangan dan kakiku. Alangkah cantik diriku dalam masa perkembanganku, walaupun belum dekat masanya sampai tibanya saat aku telah siap meninggalkan lingkunganku itu.

Aku habiskan sebagian besar waktuku dengan tidur ataupun berfikir. Bahkan pada hari-hari terawal hidupku, aku merasakan hubungan istimewa antara aku dan Mama. Kadang aku mendengar Mama menangis. Kadang-kadang Mama berteriak atau menjerit, lalu menangis. Kudengar Papa balik berteriak, aku merasa sedih
dan berharap bahwa Mama akan segera pulih. Aku berfikir, kenapa kiranya Mama sering menangis. Pernah hampir seharian Mama menangis. Aku turut sedih. Tak dapat kubayangkan kenapa Mama sesedih itu.

Pada hari yang sama, sesuatu yang mengerikan terjadi. Monster yang amat mengerikan memasuki tempat yang hangat dan menyenangkan tempat aku berada. Aku amat takut dan mulai berteriak, namun tak sekalipun engkau mencoba menolongku. Mungkin engkau tak pernah mendengarku.

Monster itu dekat dan lebih dekat lagi, sedang aku berteriak dan berteriak lagi, "Mama, Mama... tolonglah aku;
Mama, tolong aku" Lengkaplah teror yang kualami. Aku berteriak dan berteriak hingga kufikir aku tak mampu lagi melakukannya. Lalu monster itu mengoyakkan lenganku. Amat sakit rasanya, nyerinya tak dapat kuterangkan. Teror itu tak berhenti, Oh, betapa aku memohon kepadanya untuk berhenti. Aku berteriak ngeri saat monster itu mengoyak lepas tungkaiku.

Walaupun aku telah mengalami teror seperti itu, aku masih sekarat. Kutahu aku takkan pernah memandang wajah Mama, atau mendengar Mama berkata kepadaku betapa Mama menyayangiku. Aku ingin melenyapkan semua air mata Mama. Kubuat banyak rencana untuk membuat Mama bahagia. Aku tak bisa; seluruh mimpiku
telah buyar. Walau aku berada dalam nyeri dan kengerian yang hebat, di atas semuanya aku merasakan nyerinya hatiku yang hancur. Aku tak mengharapkan sesuatu selain menjadi anak Mama.

Tak ada gunanya lagi kini, aku telah mengalami kematian yang menyakitkan. Aku hanya dapat membayangkan hal-hal buruk yang telah mereka buat terhadap diri Mama. Aku ingin memberitahu Mama sebelum aku pergi bahwa aku mencintai Mama, namun aku tak tahu kata-kata apa yang Mama dapat mengerti. Dan segera sesudahnya, aku tak lagi memiliki nafas untuk mengucapkannya; aku mati.

Aku merasakan kebangkitan diriku. Aku dihantar oleh malaikat memasuki tempat besar yang indah. Aku masih menangis, namun sakit fisik kini telah lenyap. Malaikat itu membawaku kepada Tuhan, lalu meletakkanku di pangkuanNya. Ia berkata bahwa Ia mencintaiku. Maka aku gembira. Aku menanyakan apakah kiranya yang telah membunuhku. Ia menjawab, "Aborsi. Aku menyesal, anakKu; sebab Aku tahu bagaimana rasanya." Aku tak tahu apa itu aborsi; kufikir itu adalah nama dari monster tadi.

Aku menulis untuk mengatakan aku mencintai Mama dan untuk memberitahu Mama betapa inginnya aku menjadi gadis kecil Mama. Aku telah berjuang keras untuk hidup. Aku ingin hidup. Aku punya kemauan itu, tapi aku tak sanggup; monster itu terlampau kuat.

Monster itu telah menyedot lepas lengan dan tungkaiku, kemudian seluruh diriku. Tak mungkin untuk hidup. Aku ingin Mama tahu bahwa aku telah berjuang untuk tetap tinggal bersama Mama. Aku tak ingin mati.

Mama, tolong awasi pula si monster aborsi. Mama, aku sayang Mama. Dan aku juga tak suka Mama mengalami nyeri seperti yang telah kualami.

Rabu, 03 September 2008

Outing Garuda TV sebelum Ramadhan






Foto-foto di atas adalah cuplikan perjalanan tim hore Garuda TV ke Dufan hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2008 yang lalu. Peserta yang ikutan ke dufan ada 19 orang, ini belum the whole team karena ada beberapa orang yang ngga bisa ikutan. Mbak Neny ga bisa ikut karna anaknyadan mbak nence-nya jg lg sakit, henny ga bisa ikut karena sakit dan bokapnya juga lagi sakit, mbak gangges ga bisa ikut karena baru punya bayi kecil, tim nya pak ludi ga bisa ikut karena lagi kejar deadline, iwan gondrong ga ikut karena blagu ga mau temenan sm kita2 lagi (hahhahaaa), beberapa editor pulang kampung (hehehe krn udh keseringan nginep di kantor kali yaaaa).

Tapi sih tetep seru-seru aja...pas pertama masuk dufan kita langsung menuju kora-kora. Yang ga ikutan dan memutuskan naek gajah bledug tuh si silda, deryl sm opik. Sedangkan yang cuma duduk nungguin di bawah tuh bu lilik, mas eja, mas agus. Hehehee....mayan rame juga yang naek kora-kora, kita sengaja duduk depan2an biar bisa saling liat muka anak2 GTV yang ikutan naik kora-kora. Surprise !!! Top 3 yang berwajah culun adalah no 1 Barlan (ga nyangka tampang sangar ini ternyata cemen banget pas naik kora-kora, sepanjang permainan merem dan tereak2 ga ada suara tapi) no 2 Pak Jul (tereaknya kaya ibu2 mo melahirkan, alesannya sih dikekepin waty jd ga bs bergerak, ga bisa berdiri) no 3 Waty (ga berani liat ke depan, apalagi ke bawah,dr sebelum naik juga udah ketakutan duluan)....kocak..kocak... si irma yang dr bawah udah takut aja ternyata berani pas naik...

Habis naik kora-kora, kita langung ngantri halilintar...lagi2 bu lilik ga ikut, ditemenin sama waty, opik, barlan, mas eja (wah mas eja blm naik apa2 nih...hehee). Setelah itu kita makan siang di Planet bakso ditraktir mbak eva (duitnya sih dikasi pak rinus td pagi, thanks loh pak). 

Nah habis makan siang langsung terbagi dua kubu nih...kubu 1 (bo', dwi, waty, barlan, opik,irma, ipung, mas eja, mas dedi, mas agus, pak ipul, pak jul) naek bianglala diterusin naek tornado. Sedangkan kubu 2 (gw,silda,mbak eva, bu lilik,pak weldy,mbak indah, deryl) naek arung jeram trus ontang anting.

Di arung jeram bu lilik kena tipu sm silda hahaha....bu lilik yang ketakutan setengah mati bertanya dengan polos ke gw dan silda. "Mbak nanti di dlm serem ga ya?" silda menjawab "nggak kok bu, arnya tenang kok cm nanti kita keciprat2an air terjun aja". Alhasil pas di dalem bu lilik shock krn airnya berombak dan bu lilik paling basah kuyup (eh gak ding,pas mo udahan deryl kena sial, kesiram air dari rambut sampe kaki hhaha). jadinya sepanjang permainan kaki silda dan mbak eva dipegang erat2 sm bu lilik. Pas naek ontang-anting cuma bertiga doang (gw,silda,mbak indah). Awalnya sih mbak indah cool, pas diatas muter2 heboh dia mulai panik krn takut kursinya ga kuat ngangkat bodynya yang nduth hehe.

Habis itu kita janjian ketemu di niagara dan naek bareng2...lagi2 bu lilik ga ikutan ditemenin mas eja dan pak weldy. Habis itu mulai mencar2 lagi sesuka hati trus ketemu lagi di 3D extreme lock en ditutup sama makan malem di McD. Berhubung dufan tutup jam 8, mau ga mau disudahi dengan maen bom bom car n dengerin live music di depan komidi putar.. Heboooooohhhhh deh pokoknya...

VIVA GTV!!! 

Pesan Rasulullah kepada Anaknya


Berikut adalah isi dari sebuah email yang dikirimkan teman saya, isinya begitu menarik dan setelah membaca email ini, subhanallah saya bersyukur sekali dilahirkan sebagai perempuan. Semoga saya bisa menjadi istri yang solehah bagi suami saya kelak (amiiin)...coba deh baca dulu pesan-pesan Rasulullah ini....have a nice read friends!

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." ( HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia. Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini 
Jazakumullah Khoiron katsiron 

Makna Lagu "Sebelum Cahaya" - Letto


Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan Indonesia. Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.  Sebuah postingan di salah satu blog memberi makna atas lagu ini. 
Secara lengkap postingan itu berisi sbb:

Sebelum Cahaya

Ku teringat hati yang bertabur mimpi
   

Kemana kau pergi cinta
   

Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
  

Kuatkanlah hati cinta 


Reff :
   

Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
  

Yang menemanimu sebelum cahaya
   

Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
   

Yang kan membelaimu cinta


Kekuatan hati yang berpegang janji
   

Genggamlah tanganKu cinta
  

Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
  

Temani hatimu cinta
   

(Back to reff) 


Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Allah selalu mengawasi kita Allah melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi... kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya?? Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan ayat2 suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkan hatimu cinta.

Bait kedua, Allah ingin menentramkan hati kita, Allah mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.

Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Allah. Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Allah sebagai Illah dalam hidupnya.......


Subhanallah...Ternyata...